Dengerin Musik Apa

Musik yang saya pertama kali banget gandrungi itu mainstream sekali : Westlife. Hahaha. Pertama denger kelas 5 SD, dan naksir banget sama boyband ini beserta lagunya. Terus melebar ke vocal group lain seperti Backstreet Boys, N*Sync, O-Town, A*Teens, dan lain sebagainya. I was lame. But the music was certainly not.

Dulu juga, pas baru ngeh soal musik popular, saya ingat kalau Mama saya itu penggemar musik slow rock. Dari Air Supply, Chicago, Scorpions, you name it. Dan Mama itu suka banget musik dan suka setel lagu kencang-kencang.

Selain slow rock, saya juga familiar dengan semacam Bee Gees, Richard Marx, Michael Bolton, Phil Collins. Intermezzo sedikit, katanya Mama suka banget sama abang Phil waktu hamil saya, makanya dagu saya belah seperti beliau. Konon katanya sih begitu, haha. Saya sih senang-senang saja dengan dagu belah saya, walaupun suka jadi bahan ledekan.

Sewaktu saya lagi demen-demennya dengan Westlife dkk, saya sebal sekali kalau Mama lagi dengar lagu-lagunya beliau. Soalnya terdengar old banget, dan Mama dengerinnya pake tape kenceng-kenceng. Sedangkan saya pake Walkman, suara dari tape agak tembus-tembus ke Walkman.

Westlife : “…So I say a little prayer….”

Europe : “Caaaarrieee…”

Westlife : “…and hope my dreams will take me there…”

Europe : “Caaaarrieee…”

Agak-agak kesal sih, haha.

Lalu lanjut ke jaman SMP, entah kenapa saya tertariknya ga ke musik R ‘n B yang lagi populer semacam Usher atau rap semacam 50 Cents, tapi malah ke daerah rock semacam Linkin Park, Hoobastank, The Calling (oh I love them, where are they now?), Simple Plan, Good Charlotte. Oh and Avril Lavigne was my KWEEN. Kalau rap pun hanya tertarik dengan Eminem, walaupun ga ngerti juga dia bilang apa (waktu itu), haha.

Baca juga : #RIPCHESTER

Jaman SMA baru saya mulai mendengarkan dan mengapresiasi lagu Indonesia. Lagu Indonesia favorit saya yang pertama : Mimpi dari Anggun C. Sasmi. Lalu ada Peterpan, Samson, Kerispatih, Rio Febrian, Marcel. Lalu entah kenapa saya mulai mendengar sedikit dari penyanyi jazz semacam Jamie Cullum, Norah Jones, dan sedikit soul dari Joss Stone.

Terus lanjut jaman kuliah, semua tipe musik yang sudah saya dengarkan kaya di mash, ditambah dengan sejenis Tompi, Abdul & the Coffee Theory, Ecoutez, Paramore, R. Kelly. Lucunya, jaman kuliah ini saya udah mulai agak enjoy denger musik oldies yang dulu disetel Mama. Tapi ga terlalu sih. Kalau dulu kesel, sekarang udah mulai bisa tolerir.

Terus ke jaman kerja awal-awal, mana sempet denger-dengerin lagu selain yang popular macam Katy Perry, Taylor Swift, Ed Sheeran, Ariana Grande, Miley Cyrus, Adele. Berangkat kerja jam 8an, pulang jam 8an juga, haha. Sewaktu kerja itu kadang dengerin lagu suka malah bikin ga konsen. Jadi pengen denger yang familiar atau yang udah dikenal aja. Awal-awal masuk kerja dan super pusing sama mikirin coding, I feel like I need a familiar, noise-cancelling, fuzzy-brain-cancelling music. Jadi saya dengerin siapa tebak? Paramore. Album yg RIOT! loh ya, bukan yg baru-baru. Soalnya mereka agak bergeser sih jenis musiknya. I never knew I could use noise to cancel fuzzy-brain-thoughts. LOL.

Beberapa tahun selanjutnya, anehnya, sewaktu kerjaan udah slower load nya di kantor baru, saya kadang sangat enjoy dengerin lagu-lagunya Mama. Jadi pada akhirnya punya juga playlist ‘Oldies’ di Spotify yang isinya lagu-lagu yang dulu suka didenger Mama. Anehnya lagi, entah gimana caranya ternyata liriknya udah nempel aja di kepala. Padahal dulu kesel banget. Emang bener ya benci dan suka itu beda tipis, LOL. Jadi saya suka tiba-tiba found myself searching for “When A Man Loves A Woman” di Spotify, haha.

I don’t really enjoy nowadays mainstream music, especially those which are EDM-ish, I don’t understand why. But I do enjoy mainstream pop like Ed Sheeran so very much. I love him.

Musik yang berbeda sendiri dan ga ngerti waktu kapan saya mulai dengerinnya dan ada apa ngga sih penyanyi seperti mereka lagi adalah : Jamiroquai dan Santana. Daft Punk agak mirip sih, ya gak sih? Saya bingung juga darimana saya bisa tau lagu-lagu Bon Jovi, karena Mama ga suka sih sama band ini, tapi saya suka, dan saya masukin koleksi Oldies, karena ya mereka ga recent juga, haha.

Jadi kalau liat-liat playlist saya di Spotify, jangan heran kalau ada playlist dengan lagu yang berbeda-beda, dari lagu oldies, rock, popular music, pop. Musik kesukaan saya agak nano-nano sih emang, haha. Kalau kalian gimana? Paling suka musik kaya apa?



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *