Netflix’s The Alienist Review | Bahasa Indonesia

The Alienist Review | Bahasa Indonesia

(image source)

 

Disclaimer : I am not an expert at all about movies or cinematographic. This review is purely 100% based off of my personal taste subjectively.

 

Sinopsis

Mengutip dari pembukaan filmnya sendiri : In the 19th Century, persons suffering from mental illness were thought to be alienated from their own true natures. Experts who studied them were therefore known as alienists.

Film ini menyoroti seorang alienist (Dr. Kreizler) dan teman-temannya yang diminta tolong oleh Theodore Roosevelt untuk menyelidiki pembunuhan berantai terhadap boy-whore yang terjadi di kota New York di tahun 1896.

 

Review

It’s like Criminal Minds, but put into a season instead of one episode. Jadi The Alienist ini menyoroti kasus pembunuhan berseri dari segi psikologis. Berhubung setting-nya di tahun 1896, jadi ga banyak teknologi modern yang terlibat. Teknik fingerprint baru aja ditemuin dan masih jauh dari era digital, jadi kalau bandingin harus manual banget diliatin satu-satu pake proyektor. Kalau mau cari tau apa-apa harus cek berkas atau datang langsung ke tempatnya.

Dari sisi ide cerita, buat saya yang suka banget dan religious banget nontonin Criminal Minds, ini idenya ga terlalu baru. Tapi buat yang biasa nonton film detektif biasa yang mencoba memecahkan dengan petunjuk-petunjuk dan umumnya satu pembunuhan saja, TV Series ini punya sesuatu yang baru untuk kamu tonton. Soalnya awal-awal nonton Criminal Minds dulu saya amazed banget.

Berhubung setting nya di tahun 1896, jadi baju-bajunya pun menarik banget. Yang pria masih pakai formal kemeja, vest atau jas dan celana panjang bahan, dan topi juga. Yang perempuan masih pakai rok panjang, blouse dan blazer serta rambut yang di sanggul ketat. Masih menggunakan lampu pijar dan kereta kuda kalau mau kemana-mana. Seru sih nontonin aspek-aspek sejarahnya.

Dari segi acting-nya, I think they all did a decent job. Ya karena aktornya juga ga pada aktor baru semua ya. 3 tokoh utamanya punya banyak pengalaman banget. Siapa sih yang ga tau Dakota Fanning? Kerasa banget kalau tokoh Sara Howard yang diperanin Dakota ini sangat uptight dan cerdas serta penasaran. Daniel Brühl saya baru nonton di The Alienist ini, tapi dia memerankan tokoh utama yaitu Dokter Kreizler dengan apik. Kerasa banget kalau dokter ini punya pemikiran nyentrik dan dulunya punya trauma. Sedangkan tokoh John Moore, ilustrator yang ditarik untuk investigasi juga, diperanin oleh John Moore yang sempat jadi Gaston di film Beauty & The Beast. Luke Evans juga oke banget meranin ilustrator yang merasa setengah terpaksa ikut investigasi ini. Intinya, akting-nya oke sih. I’ve seen better, tapi mereka juga decent banget.

 

What I Like The Most

Dakota Fanning. She made her character….interesting. Karakternya adalah perempuan pertama yang bekerja di New York Police Department. Dan dia keras, tapi gampang penasaran, ulet, dan berani. And she held her head so high as Sara Howard I feel so uptight.

 

What I Dislike The Most

It’s so slow-paced. Dan ada karakter-karakter yang menarik buat diceritain dan terasa harusnya lebih terlibat malah jadi pemeran tambahan doang (talking about the two Jewish doctors).

 

Favorite Quotes

“You are not alone in your sorrow, and there’s no shame in grieving for those you love.”

— Roosevelt (Brian Geraghty), Season 1 Episode 9

 

Where to Watch

Netflix

 

My Final Rating

3.5/5

 

See the full list of my Netflix show rank here.



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *