Netflix’s The Haunting of Hill House Review | Bahasa Indonesia


(image source)

 

Disclaimer : I am not an expert at all at movies or cinematographic. This review is purely 100% based off of my personal taste subjectively.

 

Prolog

Nonton ini karena….muncul terus di home Netflix waktu deket-deket Halloween kemarin dan katanya bagus banget. Dan terus ada teman yang bilang ini bagus banget dan ditanya terus per episode-nya gimana kesan saya haha.

 

Sinopsis

Waktu anak-anaknya kecil, keluarga Crain (ayah, ibu, dan lime anaknya) pindah ke satu rumah besar berhantu : Hill House. Sang ayah (Hugh Crain) adalah seorang real estate flipper yang umumnya beli rumah dengan harga cukup murah lalu merenovasi rumah tersebut dan setelahnya menjual rumahnya dengan harga tinggi. Sewaktu Hugh sedang merenovasi Hill House dan membawa keluarga serta anak-anaknya ke rumah inilah pengalaman mistis mereka dimulai, dari anaknya yang paling kecil : twins Luke dan Nell yang mulai ribut soal hal-hal paranormal yang bikin mereka ga bisa tidur, sampai akhirnya satu malam ayahnya buru-buru menyuruh mereka meninggalkan rumahnya.

Cerita utama di TV series ini dimulai setelah semua anak-anaknya dewasa. Steven Crain, yang paling tua dan skeptis soal pengalaman hantu-hantuan yang dialami keluarganya menjadi penulis novel sukses karena membawa cerita yang katanya ‘dialami’ adik-adiknya menjadi novel. Suatu hari yang sibuk dia tidak sempat mengangkat telepon Nell sampai pada malam harinya ia sendiri didatangi hantu yang tidak diduga-duga. Judul episode pertama ini, you guessed it, Steven Sees a Ghost.

 

Review

OMG whyyy horor tapi seru dan twisted huhu. Biasa nonton TV series 3 hari kelar apalagi yang cuma 10 episode begini mah deeuh 2 hari juga beres. Tapi ini berhubung cuma berani nonton waktu istirahat maksi di kantor doang, jadi lama beresinnya. Soalnya takut banget kalau nonton di rumah malem-malem huhu. Apalagi saya kalau lagi nonton mah ga pernah ngerasa ngantuk, jadi pasti penasaran terus dan pengen lanjut terus. Sedangkan ini banyak hantunya huhu. Cuma episode 9 dan 10 aja sih saking penasarannya nonton malem-malem, untung si suami baik ditemenin padahal doi udah ngantuk banget haha.

Anyway, first of all, two thumbs up buat series ini.

Saya baru kali ini nemu TV Series genre nya horor hantu gini, dan saya bukan tipe orang yang berani nonton film horor. Jadi sepanjang tiap episodenya saya selalu sedia sesuatu buat nutupin layar kalau lagi kira-kira bakal keluar hantunya. Beberapa berhasil karena musiknya udah keciri bakal keluar hantunya. Beberapa juga ga berhasil karena kadang-kadang hantunya subtle banget munculnya.

Episode 1 sampai episode 5 itu per episode nya nyeritain dari sudut pandang masing-masing anak dari keluarga Crain. Jadi kita bakal tau gimana pengalaman mereka masing-masing dulu tinggal di Hill House nya itu. Baru kemudian di episode selanjut-selanjutnya diceritain tentang semuanya barengan.

Dan ceritanya oh my God ini twisted banget. By the way ini diadaptasi dari novel berjudul sama karangan Shirley Jackson yang memang sudah best seller, jadi ga ragu lagi kalau ceritanya memang bagus. Tapi umumnya plot cerita hantu adalah : pindah ke rumah hantu > dihantui > denial > oke kita dihantui > menghalalkan segala cara untuk menghalau hantu atau kabur > ok bye. Nah TV Series yang ini tuh ngga begitu sama sekali. Karena dari awal aja diceritainnya ya mereka udah keluar toh dari rumah itu. Tapi ya terus hantunya pada tetep menghantui. Dan ada satu plot twist major yang paling twisted dari semua film yang pernah saya tonton. Hint : it’s about the bent-neck lady. Ini nulis review sampe hati-hati gamau spoiler karena sebagus ituuu jadi mending pada nonton sendiri aja.

Nah soal hantu-hantunya nih, ini katanya selain hantu-hantu yang obvious diceritain, banyak banget hidden ghost nya di setiap scene loh. Sampe ada artikelnya segala. Jadi selain diceritain bagaimana keluarga yang yang dulunya tinggal di rumah hantu itu grow up dengan kenyataan dulu mereka pernah tinggal di rumah hantu dan (beberapa) masih dihantui, diceritain juga gimana mereka ini bisa jadi hantu.

Karakter tokoh-tokohnya pada konsisten, ga ada yang menye-menye terus tiba-tiba loh koq dia begitu sih. Aktor-aktornya jago, dan yang bikin takjub koq aktor-aktor ciliknya pada mirip semua sih sama yang udah dewasanya jago aja castingnya! Yang familiar buat saya sih si Michiel Huisman yang jadi Steven Crain, dari awal udah mikir keras pernah liat dimana. Ternyata dia ini yang jadi Daario Naharis mulai dari Season 4 di Game of Thrones.

 

What I Like The Most

The story, the twist and how it’s also a little psychological.

 

What I Dislike The Most

The jump scare, I always hated jumpscare.

 

Where to Watch

Netflix

 

My Final Rating

4.8/5

 

See the full list of my Netflix show rank here.



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *