Netflix’s The Umbrella Academy Review | Bahasa Indonesia.

(image source : IMDB)

 

Disclaimer : I am not an expert at all about movies or cinematographic. This review is purely 100% based off of my personal taste subjectively.

 

Sinopsis

On October 1, 1989, 43 women around the world give birth simultaneously, despite none of them showing any sign of pregnancy until labor began. Seven of the children are adopted by eccentric billionaire Sir Reginald Hargreeves, and turned into a superhero team through what he calls “The Umbrella Academy”. (source : Wikipedia). He list the children from one to seven based on the usefulness of their power, number seven being the powerless one.

Now in present day, all of them are living their lives separately and estranged with one of them is dead, and one of them is missing. Upon hearing the news that their father is dead, they all gathered for the funeral. During the funeral, Number Five, who went missing trying to travel to the future and got stuck, came back bearing news that apocalypse is near.

 

Review

First of all, I am so impressed that this is created by Gerard Way. THE Gerard Way. My Chemical Romance’s Gerard Way. Penasaran banget isi kepalanya kaya apa sampe bisa ngehasilin lagu-lagu My Chemical Romance DAN The Umbrella Academy. Man, how are you even a human being?

Second of all, I love love love this series. Dari ceritanya sampe tokoh-tokohnya.

The Umbrella Academy ini bercerita tentang a dysfunctional family of superheroes, a concept which I really like. Karena biasanya kalau superhero itu selalu perfect atau menuju perfect ga sih? Apalagi film layar lebar gitu. Biasanya pada ganteng-ganteng, cantik-cantik ditambah lagi dengan super power mereka. Nah kalau ini, tokohnya punya kelemahan masing-masing dan beneran ga sempurna. Ada yang sombong merasa paling benar dan pintar, ada yang merasa rendah diri merasa ga dibutuhkan, ada yang ngobat dan hidup tanpa tujuan. Dan masing-masing bergelut dengan kekuatan masing-masing.

Number One (Luther Hargreeves) punya kekuatan super strengh. Number Two (Diego Hargreeves) bisa melempar pisau dengan presisi tingkat tinggi. Number Three (Allison Hargreeves) bisa mengubah keyakinan/pendapat/realita seseorang setelah dia bilang “I heard a rumor…”. Number Four (Klaus Hargreeves) can contact the dead when he’s sober. Number Five (….err, ga ada namanya) bisa travel through space and time. Number Six (Ben Hargreeves) yang diceritanya sudah meninggal punya kekuatan bisa mengeluarkan monster seperti tentakel dari badannya. Number Seven (Vanya Hargreeves) diceritakan tidak punya kekuatan apapun.

Selain para tokoh utama, ada juga pemeran pembantu pengurus rumah yang merupakan simpanse yang bisa berbicara dan ‘nanny’ yang mengurus mereka dari kecil yang mereka panggil ‘Mom’ yang merupakan sebuah robot. Ada juga Hazel dan Chacha yang merupakan pembunuh bayaran dari masa depan. Iya, jadi tokohnya bukan cuma manusia dan manusia super aja.

Aktornya ini yang saya kenal cuma Ellen Page, dari Inception, dan Kate Walsh. Kate Walsh ini cantik, attractive, dan talented banget loh. Jago banget acting-nya, bikin saya ga inget dulu dia pernah jadi dokter (Grey’s Anatomy) atau seorang ibu yang kehilangan putrinya (13 Reasons Why). Disini dia berperan sebagai The Handler yang dulunya merupakan bos-nya Number Five waktu dia bekerja di organisasi ‘antar waktu’. Selain muka-muka familiar ini, saya impressed banget sama actingnya Robert Sheehan sebagai Klaus yang kekuatannya bisa berbicara dengan yang sudah meninggal kalau dia sober. Dia ini diceritakan sebagai seorang drug addict. Acting Robert Sheehan meragain Klaus yang semena-mena, ga pedulian, cuma peduli getting high keren banget.

Inti tujuan dari ceritanya adalah untuk mencegah apocalypse. Yang bikin agak frustasi sih awal-awal waktu mereka masih punya masalah masing-masing dan ga berkomunikasi/bekerja sama buat mencegah apocalypse-nya. Agak bisa dimengerti sih karena ya sebelum bapaknya meninggal ya mereka hidup masing-masing. Jadi punya masalah masing-masing. Tapi overall ini fresh banget ceritanya, ditambah dengan banyak tokoh dengan beragam karakter (dan wujud). Thumbs up!

 

What I Like The Most

It’s a dysfunctional family of superheroes with a mesh of powers.

 

What I Dislike The Most

The story started with a little disarray before they band together to fight the apocalypse.

 

Where to Watch

Netflix

 

My Final Rating

4.3/5

 

See the full list of my Netflix show rank here.



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *