Food and Life | a blog by @gracialio

What I Love and Hate : Bogor

Sejauh ini, saya hanya pernah tinggal di tiga kota : Bogor, Jakarta, dan Bandung. Setiap kota punya positif dan negatifnya masing-masing. Sekarang terkadang saya suka berpikir “Aduh, coba kalau tinggal di Jakarta kaya dulu….” atau “Aduh nanti kalau lagi pulang ke Bogor….”. Dulu juga waktu tinggal di Jakarta begitu, mikir “Nanti kalau di Bogor mau…..”.

Karena memang ada hal-hal yang bisa atau ada di kota itu aja.

Nah di tulisan kali ini saya mau menyimpulkan apa saja yang saya suka dan gak suka di kota-kota ini. Pertama dimulai dari Bogor, karena ini adalah kota pertama saya, my hometown.

Yang saya suka dari Bogor :

  • Ada keluarga
    Orang tua saya dan suami tinggal di Bogor. Begitu juga banyak saudara-saudara lain. Adik saya tinggal di Jakarta sih, tapi kalau weekend pulang Bogor. Saya rasa kebanyakan orang Bogor begitu, deh. Senin-Jumat tinggal di Jakarta, Sabtu-Minggu pulang Bogor.
  • (Sekarang) very jogger friendly
    Saya sih jarang jogging LOL. Tapi senang loh liat jogging track sekeliling Kebun Raya yang dibangun sama Pak Bima Arya. Walaupun saya bukan pendukung sistem satu arah nya Beliau, tapi saya sangat suka dan respek sama jogging track nya beliau. Read a whole post about my first time jalan pagi di seputar Kebun Raya here.
  • Udaranya
    Walaupun ga sedingin Bandung, tapi kalau pagi dan malam, di Bogor itu masih sejuk. Karena saya besar di Bogor, cuaca dalam satu hari itu menurut saya idealnya : pagi itu dingin, siang itu panas, sore itu sejuk, malam itu dingin. Dan walaupun sudah jauh berkurang dinginnya, Bogor masih punya siklus seperti ini.

 

Yang saya gak suka dari Bogor :

  • Weekend macet
    Side eye-ing at you, Jakarta people who spent weekends in Bogor. Kalau Sabtu-Minggu, Bogor itu muacet. Kan kesel ya kalau ke Bogor bisanya weekend dan pengen jalan-jalan, tapi orang rumah biasanya gamau jalan-jalan weekend soalnya macet. Eh tapi dipikir-pikir, saya juga termasuk orang-orang yang ke Bogor kalau weekend sih LOL. But I was born and raised here, I have an excuse, right? *mencoba membela diri*
  • Angkotnya
    Bogor itu kota hujan, pernah dengar kan? Tapi pernah dengar juga kan kalau Bogor itu kota sejuta angkot? Kenapa begitu? Karena memang angkot di Bogor itu banyak banget. Jangan heran kalau di sebelah kiri jalan itu bisa ada satu atau bahkan dua lapis angkot dengan jurusan sama yang ngetem. Kalau di Jakarta atau Bandung, angkot itu ngetem biasanya cuma satu per jurusan. Tapi ga begitu kalau di Bogor. Jadi bisa sampe satu lapis kiri itu angkot semua. Dan banyaknya angkot itu menyebabkan…..macet! (balik lagi ke kemacetan Bogor)
  • Banyak yang kenal
    LOL, such an introvert, anti-social freak. Ini nih, gara-gara kelamaan tinggal merantau. Dulu waktu di Jakarta banyak juga sih yang kenal, kan kuliah dan kerja disana. Apalagi kuliah IT di Binus ya kan, yang satu angkatan kelasnya bisa dari A sampe Z, satu kelas ada 60 orang. Tapi teman-teman kuliah saya itu, hebatnya, are the least judgy people. Bedanya kalau di Bogor, banyak teman orang tua yang suka pengen tau aja gitu hidup kita itu udah sampe titik mana dan sehebat apa. Jadi kalau ketemu temen orang tua harus agak pasang otak dan mikir jawabnya, hahaha. Kalau sekarang mah di Bandung, sebodo amat orang mikir apa, kenal aja ngga, LOL.

 

Sebel-sebel dan suka-sukanya Bogor itu sudah mendarah daging dan jadi konstan bagi saya karena saya besar disana. Jadi, senyebelin-nyebelin apapun, pasti Bogor masih punya tempat di hati saya. We would always love to be back to Bogor.

 



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *