Catching Sunrise in Borobudur [Road Trip Kemerdekaan Part 2]

Dulu waktu kecil, saya sudah 2x ke Candi Borobudur. Yang pertama bersama keluarga, yang pertama waktu live in bersama sekolah. Kesan saya setelah kesana dua kali tetap sama : panas dan rame banget! Soalnya dua kali dua kalinya kesananya siang-siang sih. Jadi waktu suami ngajak ke Borobudur untuk mengisi trip ini, saya agak sangsi sih awalnya. Tapi terus suami ngajaknya buat lihat sunrise disana. Wah seru juga, saya pikir. Apalagi kalau habis googling foto-fotonya, wah. Cantik-cantik banget. Maka, hari kedua Road Trip Kemerdekaan ini kita berangkat lanjut dari Purwokerto ke Borobudur.

Baca juga : Road Trip Kemerdekaan 2018 Part 1 : Bandung – Purwokerto

Prediksi dari Google Maps, perjalanan Purwokerto – Borobudur ini akan memakan waktu 3 jam. Tapi, berhubung ini lagi suasana kemerdekaan ya, kita lagi-lagi ketemu pawai/perayaan kemerdekaan di jalan. Jadi waktu perjalanan nambah lagi 2 jam karena macet. Total 5 jam kita baru sampai di Watu Agung Guest House, tempat kita menginap.

Baca juga : Watu Agung Guest House Borobudur [Hotel Review]

Awalnya, kita pikir kalau mau lihat sunrise ya sama aja tinggal datang aja ke Candi Borobudurnya tapi pagi-pagi. Sampai kira-kira seminggu sebelum berangkat, kita cari tahu lebih jauh daaan ternyata ngga gitu dong. Haha. Jadi kalau mau lihat sunrise itu HARUS lewat Manohara Restaurant. Dan harga tiket masuknya juga beda sama yang biasa. Untuk lihat sunrise, per orangnya dikenakan biaya Rp 325.000,00 untuk WNI. Jauh lebih mahal dibanding tiket biasa yang harganya Rp 60.000,00 saja. Untungnya, guest house tempat kita menginap, Watu Agung Guest House, menyediakan jasa untuk sunrise ini. Jadi nanti mereka akan bantu membelikan tiketnya dan besok paginya kami akan diantar oleh pihak guest house sampai masuk. Dan ini tidak dikenakan biaya apapun lagi. Untuk urusan pulangnya ga dijemput sih, tapi Watu Agung ini sangat dekat dengan pintu keluar utama dari candi. Jadi no worries.

Setelah lama bingung antara mau beli tiketnya sekarang atau besok subuh aja (karena kan harga tiketnya mahal, takut nanti berkabut atau mendung atau kalau hujan gimana coba?), akhirnya kita tetap memutuskan untuk beli tiketnya melalui Watu Agung kita. Dan besok pagi akan disediakan mobil untuk mengantar jam 4.30. Waw subuh banget ya, padahal perkiraan sunrise nya memang jam 5.47 sih.

Malamnya, setelah makan di restaurant di Watu Agungnya, kami memutuskan untuk tidur cepat siap-siap untuk besok. Tapi ga lupa nyempetin buat nonton opening Asian Games yang ya-ampun-keren-banget-ya-ga-nyangka-kita-bisa-sekeren-itu. Bangga banget lah!

Nonton Asian Games Opening ceremony di guest house

Besok paginya,

Jam 4.30 kurang mobilnya beneran udah stand by untuk mengantar kita. Masih pagi buta, dan lumayan dingin anginnya. Kita langsung cus berangkat tanpa mandi dulu karena yaampun masih pagi bener kan. Apalagi nanti keringetan, haha. Tapi, ternyata, jam segitu itu udah rame banget dong! Parkiran udah penuh dan udah banyak yang antri. Dan kata supir kita itu belum terlalu rame. Wow ya, ternyata orang-orang banyak yang rajin. Berhubung kita beli nya kemarin lewat Watu Agung, jadi kita cuma menunggu di luar sampai dipanggil lagi untuk ambil senter dan stiker untuk ditempel di baju. Terus langsung jalan menuju candi.

heytheregrace.com | Sunrise at Borobudur 22

Sampai di candi, wow ternyata memang tinggi ya, haha. Sudah lama sekali soalnya, saya pikir karena dulu kan kesini waktu masih kecil, maka sekarang akan terlihat lebih kecil candinya. Ternyata ngga. Lalu kita langsung naik tangga candi, tujuannya ya ke paling atas dong biar keliatan sunrise-nya.

heytheregrace.com | Sunrise at Borobudur - Crowd 2
Subuh-subuh udah rame banget!

Tapi ternyata, deretan paling atas udah penuh orang lagi duduk menunggu sunrise! Wow, padahal segitu tuh kita pikir kita cukup pagi. Ternyata banyak yang lebih pagi lagi. Akhirnya kita duduk di deretan kedua, dan itu pun agak lebih ke kiri dibanding tempat mataharinya akan terbit. Biarlah, yang penting masih bisa lihat. Ternyata ya, turis nyebelin itu ga cuma orang Indonesia atau China! Generalisasi emang, haha. Kita lagi duduk santai menunggu sambil foto-foto dan sesekali ngobrol nih. Hening banget, ngobrol aja bisik-bisik karena ya masih subuh dan semua orang juga bisik-bisik. Tiba-tiba ada turis baru sampai di deretan kita, berisik-berisik ngobrol kenceng banget pake Bahasa….Jepang. Saya kira orang Jepang pada kalem dan santai. Yang ini ngga loh. Yang ini berisik, rusuh banget, dan ramean. Hilang sudah semua ketenangan subuh menunggu sunrise di Candi Borobudur, at least untuk saat itu. Habis itu mereka tetep ngobrol juga sih, tapi mungkin kitanya aja yang sudah agak terbiasa. Agak lama setelah itu baru mereka sibuk sendiri masing-masing sehingga agak sepi.

heytheregrace.com | Sunrise at Borobudur 19

heytheregrace.com | Sunrise at Borobudur 11
Mataharinya masih malu-malu bangeeet
heytheregrace.com | Sunrise at Borobudur 12
Mataharinya makin naik

Terus, udah enak nih, suasana sudah santai dan kalem lagi. Ada lagi dong turis berambut pirang nggak tahu darimana, senggol-senggol punggung garang gusuh. Kita duduk udah mepet dan sebelahan banget sama stupanya, dan dia ingin duduk di atas kita dong! Kesenggol-senggol terus jadinya. Terus juga, temannya dia duduk di sebelah kiri kita, menjauh dari tempat matahari bakal terbit. Sepertinya doi ingin duduk di sebelah temannya. Dia colek-colek orang lain yang duduk di sebelah kiri temannya bilang supaya ‘geser dong, dia mau duduk’. Ya mana mau kan, karena itu artinya mereka harus duduk lebih jauh lagi dari mataharinya kan. Akhirnya dia awkward sendiri karena ga ada tempat duduk lagi dan ya ga boleh juga kan duduk di atas stupanya.

heytheregrace.com | Sunrise at Borobudur 6

heytheregrace.com | Sunrise at Borobudur 7

Setelah lama menunggu dan bosan akhirnya kita memutuskan buat jalan-jalan sekalian nunggu mataharinya nongol. Sekalian juga biar dapet banyak angle foto-nya. Sampai pada akhirnya mataharinya ga malu-malu lagi dan menampakkan diri. Waktu mataharinya terbit itu, ya ampun cantik banget nget nget. Magical banget. Dan pas mataharinya nongol dikit-dikit, literally semua orang pada “Oooh!” “OOH look at that!”

heytheregrace.com | Sunrise at Borobudur 3
The sun finally shows itself!

heytheregrace.com | Sunrise at Borobudur 24

Apalagi di sebelah bawah itu banyak pepohonan tertutup kabut. Dan mataharinya menembus kabut-kabut.

heytheregrace.com | Sunrise at Borobudur 18

Pas sesaat setelah sunrise, waktu golden hour nya, mau foto kaya apa juga jadinya cantik banget!

heytheregrace.com | Sunrise at Borobudur 2

heytheregrace.com | Sunrise at Borobudur 14
Us with the rays of the sunrise!

heytheregrace.com | Sunrise at Borobudur 15

heytheregrace.com | Sunrise at Borobudur 26

heytheregrace.com | Sunrise at Borobudur 4

Ngga ngerti lagi gimana ceritanya karya Tuhan dan karya manusia bisa bersanding secantik ini. Kalau kalian suka sunrise (ataupun sunset!), ini HARUS masuk bucket list kalian. Awalnya kita ragu banget karena ya bayarnya ga murah, tapi semua bener-bener dibayar dengan pemandangan kaya diatas gitu. Dan itu all around the temple, mau foto dimana juga jadinya cantik aja. Hands down, one of the most magical experience ever.

Nah, dibalik semua foto-foto diatas, butuh usaha juga loh buat fotonya. Karena liat deh :

heytheregrace.com | Sunrise at Borobudur - Crowd 4

heytheregrace.com | Sunrise at Borobudur - Crowd 3

heytheregrace.com | Sunrise at Borobudur - Crowd 1

Banyak orang, geng. Mau foto stupa aja gantian. Kalian akan mendengar banyak bahasa, beragam tampilan orang, dan berbagai jenis kamera disini. Dan waktu lihat-lihat foto di HP kemaren (iyess, pake HP, soalnya kamera rusak jadi ini semua hasil foto HP huhu), perbedaan yang paling berkesan adalah :

heytheregrace.com | Sunrise at Borobudur 25
Adults : try to capture the moment. Kids : LIVE the moment.

 

Setelah puas menikmati cantiknya sunrise dan golden hour nya udah memudar, kita memutuskan buat turun dari candi. The temple is as glorious as it has always been.

heytheregrace.com | Borobudur Complex 5

heytheregrace.com | Me at Borobudur 2

Berhubung kita pakai stiker penanda kita pengunjung sunrise, para satpamnya dengan baik hati mengarahkan kita ke resto Manohara nya, karena memang sudah dapat snack pagi dan teh/kopi. Untuk snack-nya sendiri dapat satu kue pukis dan satu pisang goreng per orang.

heytheregrace.com | Sunrise at Borobudur - Manohara Sunrise 4

heytheregrace.com | Sunrise at Borobudur - Manohara Sunrise 1
Kue pukis dan pisang goreng di Manohara Sunrise Resto

heytheregrace.com | Sunrise at Borobudur - Manohara Sunrise 2

Dan waktu masuk, senter nya ditukar dengan selendang Borobudur.

heytheregrace.com | Sunrise at Borobudur - Manohara Sunrise 5
Stiker Borobudur Sunrise (masih saya simpan!) dan selendangnya (di dalam package)

Setelah lumayan kenyang makan pagi, kita pun cus kembali ke guest house tempat kita menginap dengan berjalan kaki. Yang mana dari Manohara restaurant-nya emang harus melewati komplek candinya lagi, lalu menuju pintu keluar utama. Itu pun di pintu keluarnya diputar-putar melalui pertokoan dulu. Di pertokoan ini banyak yang jual baju Borobudur, stupa kecil, gantungan kunci, dan berbagai jenis souvenir Candi Borobudur.

heytheregrace.com | Borobudur Complex
Menuju pintu keluar utama

 

Overall,
Harga tiket, bangun pagi, antri-antrian foto, semuanya worth it banget buat liat sunrise di Borobudur ini. You really, really, really should put this in your bucket list!

heytheregrace.com | Sunrise at Borobudur 27

 

—-

Manohara Borobudur
https://www.manoharaborobudur.com

Watu Agung Guest House
Jalan Badrawati Ngaran 01
Magelang
Jawa Tengan
Indonesia
56553
Phone : 085643648231



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *